Day 1 - Survey

Waktu dan Lokasi :
19 Oktober 2017

1. Klenteng Hok Tek Tjeng Sin
Jl. Tepekong, RT.2/RW.11, Grogol Sel., Kby. Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12220
2. Gereja GBIP Shalom
Jl. Anggrek Cendrawasih, RT.2/RW.3, Kemanggisan, Palmerah, RT.2/RW.3, Kemanggisan, Palmerah, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11480
3. Gereja Katedral
Jl. Katedral No.7B, Ps. Baru, Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10710

Daftar Kehadiran Anggota


  • Hadir - Muhammad Ahnaf Naufal (2001600720)
  • Hadir - Ali Aulia Gunardi (2001607430)
  • Hadir - Hilham Maulana (2001599391)
  • Hadir - Christian Bartolomeus (2001538080)
  • Hadir - Daffi Yasir Ghifhari (2001610450)
  • Hadir - Muhammad Rifki Dermawan (2001618320)
  • Hadir - Andreas Hoffman (2001614530)

Laporan

Pada hari Kamis, 19 Oktober 2017, kelompok kami yang melakukan survey untuk mencari pemuka tokoh agama untuk diwawancarai. Sesuai dengan hasil briefing kelompok kami, kami akan mencari 4 pemuka tokoh agama. adapun tokoh agama yang kami pilih berasal dari agama Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, dan Kong Hu Cu. anggota kami yang memiliki kenalan segera berkomunikasi dengan pihak terkait.

Untuk pemuka tokoh agama, masing-masing dari anggota kelompok kami berinisiatif untuk mencari kenalan ke tempat ibadah dari agama yang sudah kami tentukan. Setelah dicari, kami mendapat narasumber seorang Ustad dari ketua kami, Ahnaf Naufal. Kemudian untuk narasumber Pendeta akan dicari oleh Andreas Hoffman di Gereja yang biasa dikunjunginya untuk ibadah pagi. Christian Bartolomeus memiliki narasumber Romo. Terakhir, atas saran dari Ali, kami akan menghampiri Klenteng yang ada di dekat rumahnya.



Berangkatnya boleh ngaret tapi briefing gak boleh terlewatkan.
Dari kiri ke kanan : Rifki, Christian, Hilham, Daffi, Ali, Andreas, Ahnaf

Pada pagi hari, kami berkumpul di rumah ketua kami, Ahnaf Naufal. Kami berencana berkumpul jam 8 di rumahnya. kami mengambil inisiatif mengambil waktu di pagi hari agar bisa melakukan survey ke seluruh tempat sebelum sore hari. tapi, kami akhirnya baru mulai berangkat untuk survey jam 10 karena beberapa dari kami harus bercengkrama dahulu dengan macetnya Jakarta.


Lokasi pertama yang kami kunjungi untuk survey ialah Klenteng. Klenteng yang akan kami kunjungin ialah Klenteng Hok Tek Tjeng Sin. Akses untuk ke sana terbilang mudah dan terbilang ramah untuk mobil berlalu-lalang mengingat lokasinya bukan di pinggir jalan raya. Saat sampai di lokasi, kami langsung tau bahwa itu merupakan lokasi yang kami tuju. Dilihat jelas dari nama yang ada gerbangnya yang besar.


Gerbang depan Klenteng Hok Tek Tjeng Sin yang mengagumkan.
Dari kiri ke Kanan : Daffi, Andreas, Rifki, Christian, Hilham, Ali
Diapit duo kribo
Dari kiri ke kanan : Ahnaf, Andreas, Rifki, Christian, Hilham, Ali
Sesampainya di sana , kami langsung menghampiri bagian kepengurusan dari Klenteng Hok Tek Tjeng Sin. Kami memperkenalkan diri kami dan mengutarakan maksud dan tujuan kami untuk melakukan wawancara. Ketika kami menanyakan tokoh agama di Klenteng, pengurus di sana menyaran kami untuk melakukan wawancara dengan Pak Ite. Namun, pada saat itu beliau sedang tidak hadir di tempat. Pengurus yang kami ajak bicara kemudian menelpon Pak Ite sehingga kami bisa membuat janji dengannya untuk melakukan wawancara. Kemudian kami sepakat untuk kembali lagi ke Klenteng Hok Tek Tjeng Sin pada hari Sabtu, 21 Oktober 2017 jam 10 pagi.

Selesai dari Klenteng Hok Tek Tjeng Sin, kami melanjutkan perjalanan ke gereja yang biasa dikunjungi Andreas untuk ibadah pagi, yakni Gereja GPIB Shalom.

Perjalanan kami ke sana tidak terlalu sulit, tetapi kami sedikit terkendala saat mencari Gereja tersebut. Andreas yang biasa pergi ke sana juga bingung karena jalan yang kami pilih berbeda dengan jalan yang biasa Andreas lalui saat ia ibadah. Letak Gereja GPIB Shalom berada di lingkungan perumahan ini akhirnya bisa kami temukan setelah berkeliling cukup lama.

Sesampainya di lokasi setelah berlekiling
(Dari kiri ke kanan) : Ali, Ahnaf, Christian, Rifki, Hilham, Andreas

Lokasi yang berada di perumahan cukup menantang kami
(Foto dari kiri ke kanan) : Daffi, Ahnaf, Christian, Rifki, Hilham, Andreas
Sesampainya di sana, mereka sedang ada acara, sehingga hanya perwakilan kelompok saja yang menemui pengurus gereja. perwakilan dari kami yang menemui mereka ialah Andreas, Hilham, dan Ali.
Pertemuan kami dengan pengurus Gereja GBIP Shalom
Kami pun mengutarakan maksud dan tujuan kami pengurus Gereja. Setelah lama berbincang, hasil dari pertemuan kami tersebut ialah para pengurus gereja akan melakukan rapat dulu perihal perizinan kami untuk melakukan wawancara dengan pendeta setempat. Hal ini dilakukan karena jadwal dari pendeta pada minggu ini sudah penuh. Rapat tersebut akan mereka lakukan pada malam Selasa (24/10/2017). Kami pun bertukan nomor telepon dan perwakilan dari kelompok kami yang akan menerima kabar dari mereka ialah Andreas. Pertemuan tersebut kami tutup dengan foto bersama.

Tiba di penghujung acara, kami pun melakukan survey pada Gereja Katedral, gereja yang biasa dikunjingi Christian untuk ibadah.

Kami dari Gereja GPIB Shalom, Slipi, tidak menemui kesulitan dalam melakukan perjalanan ke Gereja Katedral, karena Rifki, yang bertanggungjawab dalam mobilisasi kami sudah mengetahui lokasi tujuan kami.

Mari merapat kawan-kawan
(Dari kiri ke kanan) :  Ali, Rifki, Hilham, Daffi, Ahnaf, Andreas, Christian
Sesampainya di sana, kami menemui pengurus dari Gereja Katedral dan hanya perwakilan dari kami saja yang menemui mereka, yakni Daffi, Rifki, dan Christian.

Perbincangan kami berjalan lancar, namun kami tidak bisa melakukan wawancara dengan romo setempat karena jadwalnya yang sudah padat. Meskipun begitu, pihak mereka memberikan solusi berupa daftar gereja-gereja di Jakarta Barat yang bisa kami datangi untuk survey. Di dalam daftar yang diberikan, kami memilih Gereja Bunda Karmel karena lokasinya yang dekat dengan kampus dan memudahkan mobilisasi bagi kelompok kami.

Setelah selesai, sebagian dari kami Sholat Dzuhur di Masjid Istiqlal dan sebagian lagi menunggu di Gereja Katedral. Setelah kami berkumpul. Sempat menjadi renungan bagi kelompok kami, sebuah masjid dan gereja saling berseberangan dan lingkungan di sekitarnya tenang dan tentram. Hal ini bisa terjadi karena rasa toleransi antar umat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan bahkan dalam agama sekalipun.

Kami pun melanjutkan perjalanan mencari tempat untuk makan siang dan perjalanan hari ini pun resmi kami akhiri.

-- Laporan : Day 1 - Survey --

-- Selesai --

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Day 5 - GPIB

Day 3 - Wawancara Pak Ustad