Day 4 - Kunjungan ke Bunda Karmel
Waktu dan Lokasi :
27 Oktober 2017
Gereja Maria Bunda Karmel
Jl. Karmel Raya No.106 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11530
Daftar Kehadiran Anggota
Laporan
Matahari masih menyembunyikan sinarnya. Melihat ke kalender di samping tempat tidur. tertanda tanggal 27 Oktober 2017, teringat pada agenda hari ini, yakni wawancara di Gereja Maria Bunda Karmel. Kali ini, kami berkumpul di meeting point yang berbeda. Lokasinya di belakang Binus Square sehingga kami berkumpul di Lawson Minimarket pada pukul 7.00 WIB. Adapun anggota yang berkumpul di meeting point ialah Ali, Hilham, Christian, dan daffi. Rifki dan Andreas datang menyusul langsung ke Gereja Maria Bunda Karmel.
Sesampainya kami di Gereja Maria Bunda Karmel, Kami langsung menuju aula tempat Romo menunggu untuk diwawancara. Ternyata sudah banyak kelompok lain yang berkumupul untuk mewawancarai. Karena banyaknya jumlah kelompok yang ingin mewawancarai maka wawancara dibikin umum atau massal, jadi semua kelompok menanyakan pertanyaan sekaligus kepada Romo. Romo yang diwawancarai adalah Romo Andreas. Wawancara berjalan dengan lancar dan baik. Kami menangkap dari hasil wawancara bahwa sebagai manusia yang beradab, kita patut melakukan perdamaian. Karena dengan cinta kasih terhadap Tuhan dan sesama manusia, maka dunia akan penuh dengan perdamaian.
Setelah sesi wawancara selesai, kelompok kami mengantri untuk foto bersama dengan Romo Andreas. Setelah selesai melakukan sesi foto, kami mengucapkan terima kasih kepada Romo Andreas yang sudah meluangkan waktu untuk diwawancarai oleh kami. Setelah berpamit dengan Romo, kami selanjutnya kembali ke Binus kampus Anggrek untuk makan siang bersama.
Sebenarnya 5 hari sebelum agenda, kami mendapat informasi bahwa Gereja Maria Bunda Karmel banyak dikunjungi oleh mahasiswa Binus yang ingin menyelesaikan tugas mata kuliah CB:Agama.
Oleh Sebab itu kami sempat pergi ke Gereja Katedral untuk meminta waktu wawancara bersama Romo di Katedral untuk antisipasi jika Gereja Maria Bunda Karmel sudah penuh jadwalnya. Sesampainya di sana, kami menemui pengurus dari Gereja Katedral dan hanya perwakilan dari kami saja yang menemui mereka, yakni Daffi, Rifki, dan Christian.
Perbincangan kami berjalan lancar, namun kami tidak bisa melakukan wawancara dengan romo setempat karena jadwalnya yang sudah padat. Meskipun begitu, pihak mereka memberikan solusi berupa daftar gereja-gereja di Jakarta Barat yang bisa kami datangi untuk survey.
Tidak lama berselang saya mendapat panggilan dari Gereja Maria Bunda Karmel bahwa mereka masih ada tempat untuk 1 kelompok lagi, maka kelompok kami mengambil kesempatan tersebut untuk wawancara bersama Romo di Gereja Maria Bunda Karmel.
Setelah selesai, sebagian dari kami Sholat Dzuhur di Masjid Istiqlal dan sebagian lagi menunggu di Gereja Katedral. Setelah kami berkumpul. Sempat menjadi renungan bagi kelompok kami, sebuah masjid dan gereja saling berseberangan dan lingkungan di sekitarnya tenang dan tentram. Hal ini bisa terjadi karena rasa toleransi antar umat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan bahkan dalam agama sekalipun.
Kami pun melanjutkan perjalanan mencari tempat untuk makan siang dan perjalanan hari ini pun resmi kami akhiri.
27 Oktober 2017
Gereja Maria Bunda Karmel
Jl. Karmel Raya No.106 Kebon Jeruk, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11530
Daftar Kehadiran Anggota
- Hadir - Ali Aulia Gunardi (2001607430)
- Hadir - Hilham Maulana (2001599391)
- Hadir - Christian Bartolomeus (2001538080)
- Hadir - Daffi Yasir Ghifhari (2001610450)
- Hadir - Muhammad Rifki Dermawan (2001618320)
- Hadir - Andreas Hoffman (2001614530)
- Tidak Hadir - Muhammad Ahnaf Naufal (2001600720)
Laporan
Matahari masih menyembunyikan sinarnya. Melihat ke kalender di samping tempat tidur. tertanda tanggal 27 Oktober 2017, teringat pada agenda hari ini, yakni wawancara di Gereja Maria Bunda Karmel. Kali ini, kami berkumpul di meeting point yang berbeda. Lokasinya di belakang Binus Square sehingga kami berkumpul di Lawson Minimarket pada pukul 7.00 WIB. Adapun anggota yang berkumpul di meeting point ialah Ali, Hilham, Christian, dan daffi. Rifki dan Andreas datang menyusul langsung ke Gereja Maria Bunda Karmel.
Sesampainya kami di Gereja Maria Bunda Karmel, Kami langsung menuju aula tempat Romo menunggu untuk diwawancara. Ternyata sudah banyak kelompok lain yang berkumupul untuk mewawancarai. Karena banyaknya jumlah kelompok yang ingin mewawancarai maka wawancara dibikin umum atau massal, jadi semua kelompok menanyakan pertanyaan sekaligus kepada Romo. Romo yang diwawancarai adalah Romo Andreas. Wawancara berjalan dengan lancar dan baik. Kami menangkap dari hasil wawancara bahwa sebagai manusia yang beradab, kita patut melakukan perdamaian. Karena dengan cinta kasih terhadap Tuhan dan sesama manusia, maka dunia akan penuh dengan perdamaian.
![]() |
| Materi dibawakan dengan meriah oleh Romo Andreas |
Setelah sesi wawancara selesai, kelompok kami mengantri untuk foto bersama dengan Romo Andreas. Setelah selesai melakukan sesi foto, kami mengucapkan terima kasih kepada Romo Andreas yang sudah meluangkan waktu untuk diwawancarai oleh kami. Setelah berpamit dengan Romo, kami selanjutnya kembali ke Binus kampus Anggrek untuk makan siang bersama.
![]() |
| Foto santai bersama Romo Andreas (Dari kiri ke kanan) : Daffi, Christian, Romo Andreas, Andreas, Ali, Rifki |
Sebenarnya 5 hari sebelum agenda, kami mendapat informasi bahwa Gereja Maria Bunda Karmel banyak dikunjungi oleh mahasiswa Binus yang ingin menyelesaikan tugas mata kuliah CB:Agama.
![]() |
| Mari merapat kawan-kawan (Dari kiri ke kanan) : Ali, Rifki, Hilham, Daffi, Ahnaf, Andreas, Christian |
Oleh Sebab itu kami sempat pergi ke Gereja Katedral untuk meminta waktu wawancara bersama Romo di Katedral untuk antisipasi jika Gereja Maria Bunda Karmel sudah penuh jadwalnya. Sesampainya di sana, kami menemui pengurus dari Gereja Katedral dan hanya perwakilan dari kami saja yang menemui mereka, yakni Daffi, Rifki, dan Christian.
Perbincangan kami berjalan lancar, namun kami tidak bisa melakukan wawancara dengan romo setempat karena jadwalnya yang sudah padat. Meskipun begitu, pihak mereka memberikan solusi berupa daftar gereja-gereja di Jakarta Barat yang bisa kami datangi untuk survey.
Tidak lama berselang saya mendapat panggilan dari Gereja Maria Bunda Karmel bahwa mereka masih ada tempat untuk 1 kelompok lagi, maka kelompok kami mengambil kesempatan tersebut untuk wawancara bersama Romo di Gereja Maria Bunda Karmel.
Setelah selesai, sebagian dari kami Sholat Dzuhur di Masjid Istiqlal dan sebagian lagi menunggu di Gereja Katedral. Setelah kami berkumpul. Sempat menjadi renungan bagi kelompok kami, sebuah masjid dan gereja saling berseberangan dan lingkungan di sekitarnya tenang dan tentram. Hal ini bisa terjadi karena rasa toleransi antar umat untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan bahkan dalam agama sekalipun.
Kami pun melanjutkan perjalanan mencari tempat untuk makan siang dan perjalanan hari ini pun resmi kami akhiri.
-- Laporan : Day 4 - Kunjungan ke Bunda Karmel --
-- Selesai --



Komentar
Posting Komentar